Luka-luka Yang Dihargai
Catatan kehidupan tidak selalu tentang pencapaian besar yang mengundang bahagia, namun peristiwa pilu menghiasi kanvas hidupmu, kanvas yang dilukis bukan hanya tentang gambar menarik, namun terselip gambar menyedihkan, goresan-goresan tercipta, luka-luka baru, perayaan-perayaan yang datang, pilu, lara, sedih, gembira dan kecewa. Mungkin dalam beberapa luka tidak ditemukan obat penenangnya, beberapa goresan tidak sepenuhnya memudar, ia meninggalkan jejaknya di sana, bahkan akan selalu berjejak, yang hanya bisa dilakukan adalah menerima, proses penerimaan tentang kepedihan memang tidak mudah, direnggutnya senyum kebahagiaan dan meninggalkan senyum kepalsuan di sana, bukankah dunia hanya tentang kepura-puraan? Berdamai dengan keadaan dan diri sendiri yang mungkin membutuhkan waktu yang tidak sebentar untuk raga ini memproses tentang hal yang berjalan tidak dengan apa yang diniatkan.
Berdamai menjadi ajang paling menyulitkan, jahatnya sekitar namun harus dimaafkan, ragamu berkembang menjadi jiwa yang pemaaf, mulai berhenti menghardik keadaan, hargai luka-luka yang menghampirimu, luka itu mendewasakan, maafkan kepahitan itu, maafkan rasa tidak nyaman yang mendominasi, kelak kau akan sadar bahwa proses tumbuh tidak selalu tentang bahagia, kamu akan berhasil melewati badai ini, kamu akan menjadi pribadi yang jauh lebih baik, ada beberapa luka yang memang belum bisa dimaafkan, tidak apa-apa cukup hargai kehadirannya, pada akhirnya semua akan sembuh, semua akan baik-baik saja, kamu akan kembali tersenyum betapa bangganya berhasil melawan badai, tentang luka, perang dan penerimaan hanya perlu dihargai.
Komentar
Posting Komentar