Sebuah Fase Dalam Hidup
Beberapa waktu sebelumnya aku melihat mereka yang merayakan hari kelulusannya, terlihat dari tampilan mereka yang sangat totalitas menyambut hari itu. Hari di mana semua telah usai, tidak ada lagi tugas-tugas yang menggunung dan diselesaikan ketika sudah tiba waktu pengumpulan, tidak ada lagi yang mendistraksi pikiran ketika tugas belum terselesaikan, pada hari itu, momen itu, semuanya berlalu.
Ingatanku kembali mengantarkanku pada memori beberapa tahun lalu, ketika aku ada pada posisi itu, beberapa hari sebelumnya, aku mulai sibuk mempersiapkan pakaian yang akan ku kenakan nanti.
Ketika harinya tiba aku sudah mulai berdandan sejak subuh, mengucapkan afirmasi positif untuk hari ini, serta berdandan dengan penuh totalitas, menyambut hari bahagia ini. Lalu suara ibuku membuyarkanku yang tengah bersiap, menyuruhku lebih cepat sedikit karena takut terlambat, suasana sibuk pagi itu kini ku rindukan.
Harinya tiba, kami larut dalam euphoria. Kami turut berbahagia dan mengapresiasi pencapaian ini, aku menyaksikan teman-temanku dengan tampilan berbeda pada hari itu, ku temuinya mereka setiap hari mengenakan seragam almamater, kini mereka semua bersolek dengan indah. Di layar besar ditampilkannya beberapa rekapan kejadian yang lucu serta memalukan yang telah terjadi sebelumnya diiringi musik haru serta kalimat motivasi guru-guru sebagai bekal kami semua dalam mengarungi kehidupan ke depannya.
Aku menyadari satu hal, memori indah itu beserta rentetan kejadian di dalamnya telah usai. Fase itu telah berlalu, aku harus rela melepaskan gelar sebagai siswi. Aku kini memandangi mereka yang sedang wisuda dengan pakaian kantorku.
Kini pakaianku tidak lagi terjadwal dan senada dengan rekan kerjaku, aku lebih dibebaskan dalam mengenakan pakaian, namun aku merindukan hari selasa yang diwajibkan memakai jas almamater beserta perlengkapan lainnya, akan ada hukuman bagi mereka yang lupa memakai seragam yang telah ditentukan. Namun itu masanya sudah berlalu.
Dalam persimpangan jalan kami saling bertegur sapa, kemudian melanjutkan perjalanan dengan arahnya masing-masing, mereka semua sedang mengusahakan mimpinya masing-masing, di mana pun kalian berada sekarang, aku harap kalian semua terus bahagia, bisa mencapai apa yang kalian mimpikan, doa baikku selalu menyertai langkah kalian semua.
Komentar
Posting Komentar